Karang Taruna memiliki lambang yang terdiri dari unsur-unsur:
Sekuntum bunga teratai yang mulai mekar melambangkan atau memaknai unsur generasi muda (remaja) yang dijiwai semangat kemasyarakatan (kesejahteraan sosial). Bunga teratai yang mulai mekar terdiri dari tujuh kuntum bunga yang melambangkan atau memaknai tujuh unsur kepribadian yang harus dimiliki warga Karang Taruna, yaitu:
Taat : Taqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa
Tanggap : Penuh perhatian dan peka terhadap masalah
Tanggon : Kuat daya tahan fisik dan mental
Tandas : Tegas, pasti, tidak ragu, dan teguh pendirian
Tangkas : Sigap, gesit, cepat bergerak, dan dinamis
Terampil : Mampu berkreasi, berdayaguna, dan berkarya
Tulus : Sederhana, Ikhlas, rela memberi, dan jujur
Empat helai daun bunga di bagian bawah bunga teratai yang mulai mekar melambangkan atau memaknai keempat fungsi Karang Taruna, yaitu:
Memupuk kreatifitas generasi muda untuk belajar bertanggung jawab
Membina kegiatan-kegiatan sosial, rekreatif, edukatif, ekonomi produktif dan kegiatan-kegiatan lainnya yang bersifat pencegahan dan pengembangan potensi generasi muda
Mengembangkan dan mewujudkan harapan serta cita-cita generasi muda (khususnya anak dan remaja) Indonesia melalui peningkatan kapasitas dan bimbingan interaksi baik yang diselenggarakan secara individu maupun berkelompok
Menanamkan pengertian, kesadaran, serta memasyarakatkan dan mengimplementasikan nilai-nilai Pancasila sebagai dasar negara khususnya di kalangan generasi muda
Dua helai pita yang terpampang di bagian atas dan bawah:
Pita di bagian atas terdapat tulisan Motto Karang Taruna yaitu, “Adhitya Karya Mahatva Yodha” yang mempunyai makna masing-masing: Adhitya berarti cerdas dan penuh pengetahuan, Karya berarti pekerjaan, ketrampilan atau karya, Mahatva berarti terhormat, berbudi luhur dan berkepribadian, Yodha berarti pejuang atau patriot. Jadi secara keseluruhan, Adhitya Karya Mahatva Yodha berarti pejuang yang berkepribadian, berpengetahuan, serta terampil dan selalu berkarya.
Pita di bagian bawah bertuliskan “Karang Taruna” yang memiliki makna masing-masing. Karang berarti pekarangan, halaman, atau tempat. Dan Taruna berarti remaja atau generasi muda. Jadi, secara harfiah, Karang Taruna berarti tempat atau wadah pengembangan remaja/generasi muda. Dalam makna lain sebagai perlambang Karang diartikan juga sebagai Batu Karang di lautan yang tegar sekalipun kerap kali dihantam ombak, sedangkan Taruna diartikan juga sebagai anak muda atau generasi muda. Sehingga Karang Taruna dalam makna lain juga dilambangakan sebagai generasi muda yang kuat, kokoh, kukuh dan tegar dalam pendirian, keluhuran budi pekerti, kepribadian dan karakternya sebagai anak muda bangsa Indonesia meski dihantam oleh berbagai persoalan, tantangan, hambatan, ancaman, dan gangguan.
Sebuah lingkaran melambangkan sebagai lambang ketahanan nasional yang berfungsi sebagai tameng/perisai
Bunga teratai mekar yang berdaun lima helai yang berada di luar lingkaran, melambangkan lingkaran kehidupan masyarakat yang adil dan sejahtera berdasarkan Pancasila
Unsur warna yang terdapat pada lambang dimaknai sebagai berikut, Putih melambangkan kesucian, tidak bercela dan tidak bernoda, Merah melambangkan keberanian, sabar, tenang, dapat mengendalikan diri dan tekad pantang mundur, dan Kuning melambangkan keagungan dan keluhuran budi pekerti.
Adhitya → Unggul, Mulia, Bercahaya
Karya → Perbuatan, Hasil Kerja Nyata
Mahatva → Keagungan, Kemuliaan
Yodha → Pejuang, Kesatria
Adhitya Karya Mahatva Yodha merupakan frasa bernilai filosofis mencerminkan jati diri insan pengabdian dan kepemudaan.
Adhitya bermakna unggul, luhur, dan bercahaya, melambangkan cita-cita untuk selalu berada pada nilai terbaik dalam sikap, pemikiran, dan tindakan.
Karya berarti perbuatan nyata dan hasil kerja, menegaskan bahwa nilai luhur harus diwujudkan dalam tindakan konkret yang bermanfaat bagi masyarakat.
Mahatva bermakna keagungan dan kemuliaan, mencerminkan orientasi pengabdian yang berlandaskan nilai moral, etika, dan kemanusiaan.
Yodha berarti pejuang atau kesatria, melambangkan semangat juang, ketangguhan, dan keberanian dalam menghadapi tantangan sosial.
Dalam pelaksanaan Adhitya Karya Mahatva Yodha, Karang Taruna Kelurahan Maphar aktif mendukung berbagai program kelurahan, khususnya di bidang sosial kemasyarakatan, kepemudaan, dan penguatan peran masyarakat. Kegiatan yang dilaksanakan diarahkan untuk menjawab kebutuhan warga serta memperkuat solidaritas sosial di lingkungan Kelurahan Maphar.
Seiring dengan perkembangan zaman, Karang Taruna Kelurahan Maphar memanfaatkan teknologi dan media digital sebagai sarana komunikasi dan penyebaran informasi, sehingga program dan kegiatan dapat diakses secara terbuka, cepat, dan transparan oleh masyarakat.
Dengan komitmen untuk terus berkontribusi secara positif, Karang Taruna Kelurahan Maphar berupaya menjadi organisasi pemuda yang aktif, adaptif, dan berdaya guna dalam mendukung terwujudnya masyarakat Kelurahan Maphar yang peduli dan sejahtera.
“perjuangan yang berlandaskan budi luhur, dilaksanakan dengan pengetahuan, diperkuat oleh keterampilan, serta diwujudkan melalui karya nyata yang berkesinambungan.”